Denpasar (Senin, 19 Mei 2025) – Program TKSK Menyapa kembali digelar, kali ini menyambangi Desa Dangin Puri Kangin sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan relawan sosial dalam mengidentifikasi dan menangani berbagai persoalan sosial di tingkat desa. Kegiatan yang berlangsung di balai desa setempat ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar, Perbekel Desa Dangin Puri Kangin, serta seluruh kepala dusun dari masing-masing banjar di wilayah tersebut.
Dalam suasana dialogis yang terbuka, warga dan perangkat desa diberi ruang untuk menyampaikan persoalan sosial yang terjadi di lingkungan mereka. Isu-isu seperti lansia terlantar, anak putus sekolah, penyandang disabilitas yang belum terdata, hingga tantangan dalam pengelolaan bantuan sosial menjadi fokus utama diskusi. Kehadiran Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) diharapkan dapat menjadi jembatan solusi antara pemerintah dan masyarakat akar rumput.
Selain mengangkat berbagai isu sosial, kegiatan ini juga menyisipkan pemaparan epidemiologi HIV di Kota Denpasar yang disampaikan oleh tim dari KPA Kota Denpasar. Data terbaru menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan kasus baru dalam dua tahun terakhir, tantangan terbesar masih terletak pada penemuan kasus yang terlambat dan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), terutama di tingkat komunitas.
Kegiatan ini dinilai penting tidak hanya untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga sebagai upaya edukatif dalam meningkatkan literasi sosial dan kesehatan publik di desa. Para kepala dusun menyambut baik forum ini sebagai sarana memperkuat koordinasi lintas sektor dan mempercepat penanganan masalah yang selama ini kerap tersembunyi di balik dinamika kehidupan warga.
Dengan berlangsungnya TKSK Menyapa di Desa Dangin Puri Kangin, diharapkan muncul kolaborasi lebih erat antara perangkat desa, kader sosial, dan pemangku kebijakan kota. Program ini juga menjadi momentum membangun desa yang tanggap sosial dan sadar kesehatan, sejalan dengan visi Denpasar sebagai kota inklusif dan berdaya.