Menu

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025, KPA Denpasar bagikan Bunga dan Pita di Kawasan Catur Muka

  • Senin, 01 Desember 2025
  • 163x Dilihat

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar bersama Dinas Kesehatan Kota Denpasar memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 dengan membagikan bunga mawar dan brosur edukasi kepada masyarakat yang melintas di kawasan Catur Muka Denpasar, Senin (1/12)
Selain itu, mereka juga membagikan pita merah sebagai bentuk kepedulian terhadap penyebaran virus HIV/AIDS yang hingga kini masih menghantui masyarakat. Tema peringatan Hari AIDS Sedunia di Kota Denpasar tahun ini bertajuk “Bergerak Bersama, Bersuara: Ayo Kolaborasi”.

Bapak Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa yang juga Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. AA Ayu Agung Candrawati secara terpisah mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini untuk memberikan dukungan dan peningkatan pemahaman kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan HIV/AIDS serta pengurangan stigma di Masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut ini beliau menyampaikan komitmennya dalam pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di Kota Denpasar. Pihaknya terus mendorong pencegahan stigma negatif kepada ODHIV di masyarakat. Menurutnya, jika masih terjadi stigma negatif, para ODHIV dapat berkoordinasi dengan KPA Kota Denpasar.

Sekretaris KPA Kota Denpasar Tri Indarti menyampaikan, kegiatan hari ini merupakan rangkaian peringati HAS 2025 dengan membagikan bunga mawar dan brosur kepada masyarakat yang melintas di kawasan Catur Muka. Kegiatan ini juga sebagai pengingat untuk masyarakat di dalam menjaga kesehatan mengingat kasus HIV dan AIDS masih menghantui.

“Jumlah kasus HIV dan AIDS dari tahun ke tahun masih terus mengalami peningkatan. Sampai September tahun 2025, jumlah kasus HIV dan AIDS dari akses layanan kesehatan di Kota Denpasar (laporan Dinas Kesehatan Kota Denpasar-red) 17.028 kasus, yaitu HIV sebanyak 9.824 kasus, dan AIDS sebanyak 7.254 kasus,” ujar Ibu Tri Indarti.

Selain itu, risiko penularan terbanyak saat ini, yakni heteroseksual sebanyak 71% kasus, homoseksual (21%), penggunaan narkoba suntik (4%), dan dari ibu ke bayinya (2%). Sementara untuk golongan umur kasus HIV terbanyak ditemukan pada usia produktif, yakni terbanyak ditemukan di usia 20-29 tahun (38%), usia 30-39 tahun (33%), dan usia 40-49 tahun (16%).

Untuk memudahkan akses layanan pengobatan, sudah dibentuk layanan perawatan dukungan dan pengobatan (PDP) di seluruh puskesmas dan rumah sakit swasta di Kota Denpasar. Sedangkan untuk layanan HIV di Kota Denpasar, yakni layanan tes HIV (VCT) terdapat 33 unit, layanan pengobatan HIV (CST) 32 unit, layanan pemeriksaan dan pengobatan IMS (31 unit), layanan pencegahan HIV dari ibu ke anak (4 unit), layanan alat suntik steril (3 unit) dan layanan methadone (1 unit).

“Selalu ingat datang ke tempat layanan untuk melakukan pengambilan obat dan pemeriksaan secara rutin, minum obat secara teratur dan tepat waktu, jangan sampai putus obat, berani terbuka kepada pasangan (suami atau istri), sehingga mencegah penularan kepada pasangan, menjaga pasangan dan keluarga supaya terhindar dari penularan HIV dan AIDS, jangan menstigma diri sendiri secara berlebihan, serta berperilaku hidup sehat,” Ujar Ibu Tri Indarti