Denpasar, 14 Oktober 2025 — Dalam upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor menuju tercapainya target Ending AIDS 2030, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar menyelenggarakan Pertemuan Layanan Komprehensif dan Berkesinambungan (LKB) di 11 puskesmas yang ada di Kota Denpasar. Kegiatan ini berlangsung mulai 29 September hingga 13 Oktober 2025, dengan melibatkan berbagai unsur pelaksana layanan dan komunitas peduli HIV di tingkat fasilitas kesehatan dan masyarakat.
Peserta pertemuan terdiri dari petugas layanan VCT, CST, dan IMS puskesmas, kader LKB, kader kesehatan, serta Kader Desa Peduli AIDS dan Narkoba (KDPAN) dari desa dan kelurahan di wilayah kerja masing-masing puskesmas. Selain itu, turut hadir pula petugas penjangkau dan pendamping dari LSM penggiat isu HIV yang selama ini berperan aktif dalam mendampingi Orang dengan HIV (ODHIV) di lapangan. Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sistem layanan HIV yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing puskesmas memaparkan capaian program penanggulangan HIV, yang meliputi jumlah tes HIV yang dilakukan, temuan kasus positif baru, proses pendampingan ODHIV, hingga penanganan kasus lost to follow up (LTFU). Melalui forum ini, peserta dapat melakukan evaluasi bersama untuk mengidentifikasi tantangan di lapangan sekaligus merumuskan strategi peningkatan mutu layanan, baik di tingkat puskesmas maupun komunitas.
Pertemuan ini juga menjadi wadah penting dalam memperkuat koordinasi dan komunikasi antar-stakeholder, khususnya antara layanan kesehatan dan komunitas pendamping. Ditekankan pula bahwa penanggulangan HIV tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan lintas bidang melalui kebijakan yang berpihak serta program yang berorientasi pada keberlanjutan layanan bagi ODHIV.
KPA Kota Denpasar menegaskan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan organisasi masyarakat sipil untuk memastikan tidak ada ODHIV yang tertinggal dalam rantai layanan. Melalui pendekatan LKB, diharapkan seluruh komponen dapat saling melengkapi dalam deteksi dini, pengobatan, pendampingan, serta upaya pencegahan penularan baru di masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama seluruh pihak dalam mendukung pencapaian target “Ending AIDS 2030” di Kota Denpasar. Dengan kolaborasi yang solid, sistem layanan yang responsif, dan dukungan masyarakat yang berkelanjutan, Denpasar optimis dapat menjadi kota yang tangguh dan inklusif dalam penanggulangan HIV dan AIDS.