Menu

Seluruh KSPAN Kota Denpasatkan ikut Semarakkan Jambore KSPAN IX Tahun 2026, Wujudkan Generasi Denpasar Bersatu Menuju Ending AIDS 2030

  • Selasa, 30 Juni 2026
  • 57x Dilihat

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar kembali menyelenggarakan Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) IX Tahun 2026 sebagai wadah penguatan karakter, kepemimpinan, serta edukasi kesehatan bagi generasi muda. Kegiatan yang mengusung tema "Satu Suara, Satu Aksi: KSPAN Denpasar Menuju Ending AIDS 2030" ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 19 hingga 21 Juni 2026, bertempat di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Sebanyak 380 peserta dari sekolah-sekolah KSPAN se-Kota Denpasar.

Upacara pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Denpasar yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Turut hadir Sekretaris KPA Kota Denpasar yang sekaligus membacakan sambutan Wakil Wali Kota Denpasar selaku Ketua Pelaksana KPA Kota Denpasar, perwakilan Bappeda Kota Denpasar, Perbekel Desa Pancasari, perwakilan Camat Sukasada, serta jajaran Polsek Sukasada yang memberikan dukungan terhadap kelancaran penyelenggaraan kegiatan.

Dalam sambutan Wakil Wali Kota Denpasar yang dibacakan oleh Ibu Sekretaris KPA Kota Denpasar disampaikan bahwa KSPAN merupakan salah satu strategi penting Pemerintah Kota Denpasar dalam membangun ketahanan remaja melalui edukasi kesehatan, pencegahan HIV, penyalahgunaan narkoba, serta pembentukan karakter kepemimpinan. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang aktif menyebarluaskan pengetahuan dan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Sinergi seluruh pihak menjadi modal utama untuk mewujudkan target Ending AIDS 2030.

Sementara itu, Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Denpasar dalam laporan panitia menyampaikan bahwa Jambore KSPAN IX dirancang sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperkuat jejaring antaranggota KSPAN di Kota Denpasar. Selama tiga hari peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif, mulai dari materi mengenai kesehatan reproduksi remaja, pencegahan HIV, bahaya narkoba, sejarah perkembangan KSPAN, hingga kampanye langsung kepada masyarakat. Selain itu, peserta juga mengikuti berbagai perlombaan yang mengasah kreativitas, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepemimpinan.

Berbagai cabang lomba turut memeriahkan pelaksanaan jambore, di antaranya Jejak KSPAN, Mars KSPAN, Pantomim, Musikalisasi Puisi, Vlog Edukasi, TikTok Edukasi, Outbound Kolaborasi, hingga Kampanye HIV dan AIDS di lingkungan masyarakat sekitar Wisma Nangun Kerti. Seluruh rangkaian perlombaan tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan HIV dan penyalahgunaan narkoba secara kreatif, komunikatif, dan mudah diterima oleh kalangan remaja.

Sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, kekompakan, dan kemampuan peserta dalam mengkampanyekan pencegahan HIV dan penyalahgunaan narkoba, panitia mengumumkan para pemenang dari seluruh cabang perlombaan pada penutupan kegiatan. Pada tingkat SMA/SMK, SMA Negeri 8 Denpasar berhasil meraih Juara I Lomba Musikalisasi Puisi, diikuti SMA Negeri 3 Denpasar sebagai Juara II dan SMK Negeri 3 Denpasar sebagai Juara III. Lomba Video Edukasi dimenangkan oleh SMK Negeri 1 Denpasar, disusul SMA Negeri 3 Denpasar dan SMK Negeri 3 Denpasar, sedangkan Lomba Mars KSPAN Acapella berhasil dimenangkan oleh SMA Negeri 3 Denpasar, dengan SMA Negeri 8 Denpasar sebagai Juara II dan SMAK Harapan Denpasar sebagai Juara III. Pada jenjang SMP, Juara I Lomba Pantomim diraih SMP PGRI 2 Denpasar, Juara II SMP Wisata Sanur, dan Juara III SMP Dwijendra. Lomba Mars KSPAN dimenangkan oleh SMP PGRI 2 Denpasar, diikuti SMP Dwijendra dan SMP PGRI 5 Denpasar, sedangkan Lomba TikTok Edukasi berhasil dimenangkan SMP PGRI 5 Denpasar, dengan SMP Negeri 17 Denpasar sebagai Juara II dan SMP Negeri 14 Denpasar sebagai Juara III. Sementara itu, pada Lomba Jejak KSPAN, Kelompok Ekstasi yang beranggotakan SMK Negeri 3 Denpasar, SMP Negeri 8 Denpasar, dan SMP PGRI 9 Denpasar berhasil meraih Juara I. Juara II diraih Kelompok Narkoba yang terdiri atas SMA Negeri 7 Denpasar, SMA Negeri 8 Denpasar, dan SMP Negeri 11 Denpasar, sedangkan Juara III diraih Kelompok Serviks yang beranggotakan SMA Negeri 3 Denpasar, SMAK Harapan Denpasar, dan SMP Negeri 12 Denpasar. Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh anggota KSPAN untuk terus mengembangkan kreativitas sekaligus menjadi pelopor edukasi sebaya dalam mewujudkan generasi muda Kota Denpasar yang sehat, berprestasi, dan berkomitmen mendukung target Ending AIDS 2030.


Suasana perkemahan di kawasan Pancasari yang dikenal berhawa sejuk bahkan cukup dingin justru menjadi pengalaman berkesan bagi seluruh peserta. Udara pegunungan yang segar dipadukan dengan kebersamaan antaranggota KSPAN menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan senam pagi, permainan kolaboratif, api unggun, malam keakraban, hingga diskusi kelompok menjadikan jambore sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan. Semangat peserta tetap tinggi mengikuti seluruh agenda meskipun harus beradaptasi dengan suhu dingin khas dataran tinggi Buleleng.

Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta menunjukkan antusiasme, disiplin, serta semangat kolaborasi yang tinggi. Guru pendamping juga berperan aktif memberikan motivasi sekaligus mendampingi siswa dalam setiap rangkaian kegiatan. Kehadiran berbagai instansi pemerintah, aparat wilayah, serta dukungan masyarakat Desa Pancasari turut memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun generasi muda Kota Denpasar yang sehat, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap isu HIV dan AIDS.

Melalui penyelenggaraan Jambore KSPAN IX Tahun 2026, Pemerintah Kota Denpasar bersama Komisi Penanggulangan AIDS Kota Denpasar berharap lahir semakin banyak duta-duta muda yang mampu menjadi pelopor perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Semangat "Satu Suara, Satu Aksi" diharapkan terus diwujudkan melalui berbagai inovasi edukasi sebaya sehingga upaya pencegahan HIV, penyalahgunaan narkoba, dan peningkatan kualitas kesehatan remaja dapat berjalan secara berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya Ending AIDS 2030 di Kota Denpasar.