Denpasar – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS dan narkoba, Pemerintah Desa Penatih Dangin Puri menggelar kegiatan penyuluhan bertajuk “Penyuluhan HIV dan Bahaya Narkoba Melalui media Bondres” pada Rabu, 7 Mei 2025. Bertempat di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Taman, Banjar Poh Manis, kegiatan ini dikemas unik dengan menampilkan pertunjukan Bondres Dadong Rerod yang memadukan hiburan dan pesan-pesan edukatif, menarik perhatian ratusan warga yang hadir.
Turut hadir dalam acara tersebut Bapak Perbekel Desa Penatih Dangin Puri, anggota BPD, para kepala dusun, serta seluruh lapisan masyarakat desa. Dalam sambutannya, Perbekel I Wayan Kamar menyampaikan bahwa pendekatan budaya sangat efektif dalam menyampaikan isu-isu sensitif seperti HIV dan narkoba. “Kami ingin masyarakat bisa memahami bahaya dua hal ini tanpa merasa digurui. Budaya adalah jembatan komunikasi yang paling kuat, dan malam ini kita membuktikannya,” ujarnya.
Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar yang membawakan materi mengenai kondisi terkini penyebaran HIV di Denpasar, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar yang memberikan penyuluhan tentang dampak dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kedua institusi menyampaikan materi secara interaktif dan mudah dipahami, bahkan mengajak warga untuk aktif berdiskusi.
Puncak acara yang paling ditunggu-tunggu adalah penampilan Bondres Dadong Rerod. Dengan gaya humor khas Bali, mereka menyuguhkan cerita yang menyentil realitas masyarakat, seperti diskriminasi terhadap orang dengan HIV dan tekanan sosial yang bisa mendorong seseorang terjerumus ke narkoba. Lelucon yang dibawakan tidak hanya mengundang tawa, tapi juga meninggalkan pesan mendalam.
Warga Desa Penatih Dangin Puri tampak antusias mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir. Banyak di antara mereka mengaku baru pertama kali mendapatkan informasi secara mendalam tentang HIV dan narkoba dalam format yang ringan dan menghibur. “Biasanya kalau penyuluhan itu membosankan, tapi ini beda, kami malah jadi lebih ingat apa yang disampaikan,” ungkap salah satu warga, usai acara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program desa dalam membangun masyarakat yang sehat dan sadar akan isu sosial. Pemerintah desa berharap pendekatan serupa bisa terus digunakan di masa mendatang agar pesan-pesan penting bisa lebih diterima oleh seluruh kalangan, termasuk generasi muda yang menjadi kelompok paling rentan terhadap pengaruh negatif narkoba dan penyebaran HIV.