Menu

Malam Renungan AIDS Nusantara Denpasar 2025: Membangun Kesadaran, Merajut Harapan

  • Senin, 02 Juni 2025
  • 386x Dilihat

Denpasar, 28 Mei 2025 – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar kembali menggelar kegiatan Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) sebagai bentuk solidaritas terhadap Orang dengan HIV dan AIDS (ODHIV) serta mengenang mereka yang telah berpulang. Bertempat di Aula Pertemuan Yayasan Kerti Praja, acara yang berlangsung pada Rabu malam ini mengangkat tema “We Remember, We Rise, We Lead”, menggugah semangat bersama untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga bangkit dan mengambil peran dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS.

Kegiatan MRAN 2025 di Denpasar ini dihadiri oleh berbagai pihak yang selama ini menjadi garda terdepan dalam isu HIV/AIDS, mulai dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat pemerhati HIV, rumah sakit, puskesmas se-Kota Denpasar, hingga perwakilan komunitas seperti KMPA dan KSPAN SMA Negeri 3 Denpasar.

Acara dimulai dengan laporan ketua panitia oleh Sekretaris KPA Kota Denpasar yang menyampaikan tujuan dan urgensi pelaksanaan MRAN tahun ini. Selanjutnya, sambutan pembukaan disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kota Denpasar, mewakili Wakil Wali Kota Denpasar selaku Ketua Pelaksana KPA Kota Denpasar. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menanggulangi HIV/AIDS dan menghapus stigma terhadap ODHIV.

Refleksi mendalam dibacakan oleh Ketua Yayasan Kerti Praja, yang mengajak seluruh peserta untuk merenungkan perjalanan panjang perjuangan melawan HIV/AIDS di Indonesia, khususnya di Kota Denpasar. Ia menekankan pentingnya empati, kepedulian, dan tindakan nyata dalam mendukung para penyintas serta mencegah penyebaran virus HIV secara lebih luas.

Momen yang penuh makna ditampilkan melalui pementasan monolog oleh anggota KSPAN SMA Negeri 3 Denpasar. Dengan narasi yang kuat dan ekspresi yang menyentuh, para pelajar ini berhasil menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan dan penghapusan stigma terhadap ODHIV. Penampilan ini menjadi salah satu highlight acara, yang memperlihatkan peran generasi muda dalam kampanye kesehatan masyarakat.

Salah satu segmen yang paling menyentuh adalah testimoni langsung dari seorang ODHIV. Dengan keberanian dan ketulusan, ia membagikan kisah hidupnya, tantangan yang dihadapi, serta harapan terhadap dukungan masyarakat. Testimoni ini menjadi pengingat akan pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung proses pemulihan serta kualitas hidup ODHIV.

Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti prosesi penyalaan lilin dan menyanyikan lagu “Lilin-Lilin Kecil” sebagai simbol penghormatan kepada mereka yang telah berpulang karena AIDS. Suasana haru menyelimuti ruangan, mempererat rasa solidaritas di antara semua yang hadir. MRAN 2025 bukan hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi dan komitmen kolektif dalam menghadapi epidemi HIV/AIDS di Kota Denpasar.