Denpasar - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar melaksanakan rangkaian kegiatan orientasi Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) di tiga sekolah tingkat menengah di Kota Denpasar sebagai upaya penguatan edukasi pencegahan HIV & AIDS di kalangan remaja. Kegiatan orientasi ini dilaksanakan langsung di masing-masing sekolah sasaran, yakni SMA Santo Yoseph, SMP Negeri 17 Denpasar, dan MTs Kalifa Nusantara. Setiap sekolah mengirimkan 25 siswa sebagai peserta yang akan dibekali pengetahuan dan keterampilan sebagai tutor sebaya dalam program KSPAN.
Orientasi di setiap sekolah diawali dengan pembukaan resmi oleh kepala sekolah masing-masing. Dalam sambutannya, para kepala sekolah menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kesehatan reproduksi serta menjauhi perilaku berisiko yang dapat memicu penularan HIV & AIDS. KPA Kota Denpasar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi promotif dan preventif dalam menekan angka kasus HIV di kalangan usia muda. Kelompok usia remaja dinilai sebagai salah satu yang rentan sehingga membutuhkan pendekatan edukasi yang tepat dan berkelanjutan.
Selama kegiatan orientasi, peserta mendapatkan materi seputar dasar-dasar HIV & AIDS, cara penularan, pencegahan, serta penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi kelompok dan simulasi. Selain pemahaman materi, peserta juga dilatih keterampilan komunikasi agar mampu menyampaikan informasi yang benar kepada teman sebaya di lingkungan sekolah. Pendekatan tutor sebaya dinilai efektif karena remaja cenderung lebih terbuka terhadap sesamanya.
Pihak sekolah menyambut positif pelaksanaan orientasi KSPAN ini dan berharap kegiatan tersebut mampu membentuk karakter siswa yang peduli terhadap isu kesehatan serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat eksistensi KSPAN sebagai wadah edukasi berkelanjutan di sekolah. Melalui program ini, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pelaku aktif dalam menyebarluaskan pengetahuan tentang HIV & AIDS.
Dengan terlaksananya orientasi di tiga sekolah tersebut, KPA Kota Denpasar optimistis bahwa upaya pencegahan HIV & AIDS di kalangan remaja dapat semakin diperkuat melalui peran aktif siswa sebagai tutor sebaya yang edukatif dan inspiratif.