Pemerintah Kota Denpasar melalui Tim Pembina UKS Kota Denpasar kembali melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan Sekolah Sehat/UKS Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dipimpin oleh Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan melibatkan lintas sektor terkait guna memperkuat edukasi kesehatan di kalangan pelajar. Pembinaan dilaksanakan di SD Negeri 1 Sumerta dan SMP Negeri 17 Denpasar sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Tim Pembina UKS Kota Denpasar. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari BNN Kota Denpasar dan KPA Kota Denpasar untuk memberikan penyuluhan kepada siswa.
Kegiatan pembinaan UKS ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah. Selain itu, pembinaan juga diarahkan untuk memperkuat fungsi UKS sebagai sarana edukasi kesehatan di lingkungan pendidikan. Tim Pembina UKS Kota Denpasar memberikan pendampingan terkait tata kelola UKS, kebersihan lingkungan sekolah, serta penerapan pola hidup sehat bagi warga sekolah. Dalam pelaksanaannya, sekolah diminta menyiapkan satu kelas yang terdiri dari 30 siswa untuk mengikuti sesi penyuluhan kesehatan.
Materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba disampaikan oleh narasumber dari BNN Kota Denpasar kepada para siswa. Dalam pemaparannya dijelaskan berbagai jenis narkotika dan dampak buruk yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan fisik maupun mental remaja. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun lingkungan pertemanan yang positif guna mencegah pengaruh negatif penyalahgunaan narkoba. Edukasi ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang sehat, produktif, dan berprestasi.
Sementara itu, materi terkait HIV disampaikan oleh narasumber dari KPA Kota Denpasar sebagai bentuk penguatan literasi kesehatan remaja. Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan mengenai pengertian HIV, cara penularan, upaya pencegahan, serta pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa sehingga pesan edukasi dapat diterima secara optimal. Para siswa juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada narasumber.
Kepala sekolah di masing-masing satuan pendidikan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pembinaan UKS dan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan oleh Tim Pembina UKS Kota Denpasar. Menurut pihak sekolah, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar dalam menambah wawasan dan pengetahuan siswa mengenai isu kesehatan yang relevan di kalangan remaja. Kehadiran narasumber dari lintas sektor dinilai mampu memberikan perspektif yang lebih luas kepada peserta didik terkait pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Sekolah juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan sekolah sehat dan ramah anak.
Pelaksanaan pembinaan UKS tidak hanya berfokus pada edukasi siswa, tetapi juga memperhatikan aspek penguatan kelembagaan UKS di sekolah. Tim Pembina UKS Kota Denpasar melakukan peninjauan terhadap fasilitas UKS serta memberikan masukan terkait pengelolaan pelayanan kesehatan sederhana di sekolah. Hal tersebut dilakukan agar fungsi UKS dapat berjalan secara optimal sebagai sarana promotif dan preventif kesehatan bagi peserta didik. Selain itu, sekolah didorong untuk terus meningkatkan budaya hidup bersih dan sehat melalui kegiatan rutin di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan informasi kesehatan yang benar di lingkungan sekitarnya. Edukasi mengenai narkoba dan HIV dinilai penting diberikan sejak dini guna membentuk pemahaman yang komprehensif di kalangan pelajar. Pemerintah juga terus mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program kesehatan berbasis sekolah. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Tim Pembina UKS Kota Denpasar menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk sekolah, pemerintah, dan lembaga mitra menjadi kekuatan penting dalam mendukung keberhasilan program kesehatan di lingkungan pendidikan. Pembinaan UKS juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial bagi generasi muda. Melalui sinergi yang kuat, diharapkan tercipta lingkungan sekolah sehat yang mampu mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.